Rabu, 15 Agustus 2012

Laporan Percobaan Atwood .


LAPORAN PRAKTIKUM

MATA KULIAH
EKSPERIMEN FISIKA II

DOSEN PEMBIMBING : DRS. SOLIKHAN M.SI


DISUSUN OLEH :

FRANSISKUS ANDUT
090401070079

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG

2011




PERCOBAAN ATWOOD
1.     Dasar Teori
a.      Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda dengan kecepatan tetap. Kecepatan tetap adalah sebuah benda menempuh jarak yang sama untuk selang waktu yang sama, sehingga perpindahan dapat diganti dengan jarak dan kecepatan tetap dapat diganti dengan kelajuan tetap. Maka gerak lurus beraturan dapat juga didefinisikan sebagai gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap.untuk mengetahui jarak yang ditempuh benda adalah sama dengan luas bidang yang diarsir. Secara matematis dapat ditulis :
s = v.t

s = Luas persegi panjang
s = Jarak yang ditempuh (m)
v = Kecepatan (m/s)
t = Waktu (s)                                           
Jika benda bergerak pada kedudukan xo dan berakhir pada kedudukan x pada waktu to dan berakhir pada waktu t, maka :
v = ∆x / ∆t atau ∆x = v. t
Jika to = 0 maka x – xo = v. t atau x = xo + v.t
Keterangan:
X =Kedudukan akhir (m)
xo = Kedudukan awal (m)
 v = Kecepatan (m/s)
  t = Waktu (s)

b.      Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
Gerak lurus berubah beraturan dapat didefinisikan sebagai gerak suatu benda pada lintasan garis lurus dengan percepatan tetap. Percepatan tetap adalah besar maupun arahnya teta, serta mengalami perubahan kecepatan secara teratur.secara matematis dapat ditulis:
a = ∆v/∆t
Keterangan:
            a          = Percepatan (m/s2)
            ∆v        = v – vo = Perubahan kecepatan (m/s)
            ∆t        = t – to = Selang waktu (s)
Persamaan – persamaan pada GLBB
1.      v = vo + at
2.      s = vo t +1/2 at2
3.      v2 = vo2 + 2as
Keterangan:
v = kecepatan sesaat 
vo= kecepatan awal
a = percepatan
t = waktu
s = jarak
·         jika a positif maka GLBB dipercepat
·         jika a negative maka GLBB diperlambat
·         pada gerak jatuh bebas a = g dan vo = 0
·         pada gerak dilempar vertikal ke atas a = g
  2.     Tujuan :
        1.      Untuk mengetahui percepatan benda jatuh.
        2.      Untuk mengetahui percepatan gravitasi bumi.
3.      Alat dan Bahan :
        1.      Beban 50 gr, 20 gr, 10 gr.
        2.      Benang.
        3.      Katrol.
        4.      Paku.
        5.      Pencatat waktu / Stopwatch.
4.      Langkah Percobaan :
1.     Siapkan alat seperti gambar dengan beban m1 = m2 = 50 gr, dan mengamati posisi benda dalam keadaan seimbang.
2.      Tambahkan 20 gr pada m2, lalu menarik m1 hingga menyentuh tanah.
3.      Ukurlah ketinggian m2 dari tanah.
4.      Lepaskan m1 dan biarkan m2 jatuh menyentuh  tanah dan catat waktu untuk menyentuh tanah.
5.      Ulangi langah 1-4 untuk tambahan beban yang berbeda-beda (3x).
6.      Masukan hasil pengamatan dalam table pengamatan.
5.      TABEL PENGAMATAN
M1 (gram)
M2 (gram)
M tambahan
Waktu jatuh
Tinggi m2
a (m/s)
g (m/s)
50
50
20
2,6
168 cm
49,55
9,7
50
50
30
1,77
161 cm
105,97
7,8
50
50
40
1,3
161 cm
196,44
8,8
50
50
50
1,13
160 cm
250,6
12,6

6.      Pertanyaan :
1.      Hitunglah besar percepatan.
2.      Hitunglah besarnya g.
3.      Bagaimana kesimpulan saudara.
7.      Jawaban :
1.      Menghitung percepatan (a)
Ø  Untuk data 1
a =
   =
   = 49,55 m/s2
Ø   Untuk data 2
a =
   =
   = 105.97
Ø    Untuk data 3
a =
   =
   = 196,44
Ø    Untuk data 4
a =
   =
   = 250,6
Rata-rata percepatan gerak benda

2.      Menghitung Besar gaya gravitasi (g)
Ø  Untuk data 1
g=
    = = 9,7
Ø  Untuk data 2
g=
    = = 7,8

Ø  Untuk data 3
g=
    = = 8,8
Ø  Untuk data 4
g=
    = = 12,6

Rata-rata percepatan gravitasi
= 9,725
 3.       Kesimpulan
Semakin tinggi ketinggiannya semakin banyak waktu yang diperlukan benda yang bermassa m untuk mencapai lantai, hal ini karena dipengaruhi oleh gravitasi dan percepatan. semakin berat massa beban pada massa kedua(m2) waktu jatuhnya semakin cepat.Udara  memberikan hambatan udara atau gesekan udara terhadap benda yang jatuh. Besarnya gaya gesekan udara dengan gerak jatuh benda berbanding lurus dengan luas permukaan benda. Makin besar luas permukaan benda, makin besar gaya gesekan udara yang bekerja pada benda tersebut. Gaya ini akan memperlambat gerak jatuh benda. jika hambatan udara dapat diabaikan maka setiap benda yang jatuh akan mendapatkan percepatan tetap yang sama tanpa bergantung pada bentuk dan massa benda. Percepatan yang tetap ini disebabkan oleh medan gravitasi bumi yang disebut percepatan gravitasi (g).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar